<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Ekonomi on Ekonomi Olahraga Global</title><link>https://ekonomiolahraga.com/categories/ekonomi/</link><description>Recent content in Ekonomi on Ekonomi Olahraga Global</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Tue, 10 Feb 2026 10:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://ekonomiolahraga.com/categories/ekonomi/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Dinamika Arsitektur Keuangan Olahraga: Transformasi Menuju Model Bisnis Multi-Entitas</title><link>https://ekonomiolahraga.com/posts/sports-finance-architecture/</link><pubDate>Tue, 10 Feb 2026 10:00:00 +0700</pubDate><guid>https://ekonomiolahraga.com/posts/sports-finance-architecture/</guid><description>&lt;p&gt;Industri olahraga global telah melewati ambang pintu transformasi yang tidak dapat ditarik kembali. Dekade terakhir menandai berakhirnya era di mana klub olahraga dianggap sebagai &amp;ldquo;proyek gairah&amp;rdquo; (passion projects) oleh individu kaya raya atau komunitas lokal. Saat ini, olahraga telah bermutasi menjadi kelas aset institusional yang kompleks, dengan arsitektur keuangan yang melibatkan perusahaan ekuitas swasta (private equity), dana kekayaan kedaulatan (sovereign wealth funds), dan struktur korporasi multi-entitas yang menyerupai konglomerasi multinasional.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Penyelenggaraan Event Internasional: Beban atau Keuntungan bagi Tuan Rumah?</title><link>https://ekonomiolahraga.com/posts/sport-event-roi/</link><pubDate>Fri, 30 Jan 2026 16:00:00 +0700</pubDate><guid>https://ekonomiolahraga.com/posts/sport-event-roi/</guid><description>&lt;p&gt;Januari 2026 mencatatkan sejarah baru bagi kawasan Asia Tenggara. Dengan bergulirnya beberapa turnamen olahraga internasional secara simultan di berbagai ibu kota negara ASEAN, perhatian dunia tertuju pada bagaimana kawasan ini mengelola logistik, infrastruktur, dan tentu saja, finansial. Namun, di balik kemegahan upacara pembukaan dan sorak-sorai penonton di tribun, muncul sebuah pertanyaan fundamental yang selalu menghantui setiap negara tuan rumah: Apakah penyelenggaraan event berskala besar ini benar-benar memberikan keuntungan ekonomi, atau justru menjadi beban utang jangka panjang yang melumpuhkan?&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Menggali Potensi Ekonomi Olahraga: Studi Kasus Global dan Tren Masa Depan</title><link>https://ekonomiolahraga.com/posts/ekonomi-olahraga-global/</link><pubDate>Thu, 15 Jan 2026 10:00:00 +0700</pubDate><guid>https://ekonomiolahraga.com/posts/ekonomi-olahraga-global/</guid><description>&lt;p&gt;Dahulu, olahraga mungkin hanya dipandang sebagai aktivitas fisik untuk kesehatan atau hiburan pengisi waktu luang. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, paradigma tersebut telah bergeser secara drastis. Olahraga telah bertransformasi menjadi salah satu sektor industri paling dinamis dan menguntungkan di dunia. Dengan perputaran uang yang mencapai miliaran dolar setiap tahunnya, ekonomi olahraga kini menjadi mesin pertumbuhan yang signifikan bagi banyak negara, melibatkan ekosistem yang kompleks mulai dari manufaktur peralatan, hak siar media, hingga pariwisata berbasis event.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Kebangkitan Industri Olahraga Indonesia 2026: Peluang Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi</title><link>https://ekonomiolahraga.com/posts/ekonomi-olahraga-indonesia/</link><pubDate>Mon, 05 Jan 2026 08:00:00 +0700</pubDate><guid>https://ekonomiolahraga.com/posts/ekonomi-olahraga-indonesia/</guid><description>&lt;p&gt;Memasuki awal tahun 2026, Indonesia telah berhasil memposisikan dirinya bukan sekadar sebagai partisipan dalam kompetisi global, melainkan sebagai pusat kekuatan ekonomi baru di sektor industri olahraga. Lonjakan investasi yang signifikan sejak dua tahun terakhir telah mengubah lanskap infrastruktur nasional, menciptakan efek domino yang merambah hingga ke sektor pariwisata, teknologi, dan ekonomi kreatif.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pemerintah Indonesia, melalui serangkaian kebijakan insentif fiskal dan penyederhanaan birokrasi, sukses menarik minat konsorsium internasional untuk menanamkan modal dalam skala besar. Fokus utama investasi ini tidak lagi terbatas pada pembangunan stadion fisik, melainkan pada pembangunan ekosistem olahraga yang berkelanjutan dan terintegrasi secara digital.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>